Hak atas foto Getty Images Image caption Toko furniture Ikea telah menutup seluruh 33 tokohnya di China, setelah virus corona mewabah.

Korban jiwa akibat wabah virus corona di China dan negara-negara lain terus bertambah. Dampak terhadap ekonomi juga terus bertambah, terutama di China.

Ponsel, kosmetik dan barang-barang lain tidak diproduksi, karena pekerja terpaksa tinggal di rumah untuk mencegah penyebaran virus.

  • Virus corona berpotensi melenyapkan triliunan rupiah dari sektor pariwisata Indonesia
  • Virus Corona: Akankah wabah ini menyelamatkan hewan-hewan "eksotis" yang terancam punah
  • Dampak virus corona bagi Indonesia, sepi turis hingga berpotensi gerus nilai ekspor

Berikut adalah beberapa area utama yang terkena dampak wabah:

Produksi ponsel

Banyak ponsel dan komputer diproduksi di China, atau setidaknya beberapa bagiannya dibuat di sana.

Produsen iPhone, Foxconn, telah menghentikan "hampir semua" produksi perangkat komunikasi selama periode Tahun Baru Imlek yang diperpanjang.

Tetapi perusahaan itu berencana untuk menggunakan bagian dari lini produksinya untuk produksi masker wajah.

Perusahaan mengatakan masker pada awalnya akan melindungi pekerjanya dari infeksi. Tetapi dikatakan akan menyediakan kepada orang-orang di luar perusahaan.

Larangan bepergian

Orang-orang China menghadapi larangan bepergian atau karantina ketika mereka bepergian, merugikan industri pariwisata internasional.

Terdapat pembatasan ketat untuk meninggalkan Wuhan, tempat yang menjadi awal wabah dimulai, sebuah kota dengan populasi 11 juta orang.

Pembatasan itu sekarang meluas ke bagian lain dari provinsi Hubei, mencegah perjalanan terkait bisnis serta pergerakan barang dan pekerja.

Perjudian ditutup sementara

Pusat perjudian terbesar di dunia, Makau, memerintahkan kasino untuk ditutup selama 15 hari yang dimulai pada 5 Februari.

Bahkan sebelum itu, jumlah pengunjung anjlok selama'Golden Week' Tahun Baru China yang dimulai pada akhir Januari, di tengah kekhawatiran akan terserang virus.

Kasino dan perusahaan hotel Wynn Resorts mengatakan mereka kehilangan sekitar US$ 2,5 juta, atau sekitar Rp 34,2 miliar sehari di Makau dengan tetap ditutup.

Kasino ini mempekerjakan sekitar 12.000 orang di wilayah tersebut.

Waktu yang tidak tepat

Waktu krisis kesehatan terjadi - selama liburan Tahun Baru Imlek - telah menghantam perusahaan pada waktu yang paling menguntungkan mereka.

Liburan Tahun Baru diperpanjang selama beberapa hari oleh otoritas China secara nasional, dan telah ada perpanjangan yang diberlakukan oleh beberapa otoritas provinsi, menunda waktu kembali bekerja dan bisnis belum berjalan normal.

Perusahaan internasional menderita

Dan dampaknya telah menyebar jauh di luar pantai Cina.

Hyundai, dari Korea Selatan, telah menangguhkan produksi mobilnya karena masalah dengan pasokan suku cadang dari pabriknya di Cina - sebuah tanda peringatan dini kemungkinan gangguan besar di masa depan.

Perusahaan retail internasional telah menutup operasinya di Cina - penjual furnitur Ikea dan kedai kopi Starbucks, misalnya.

Pasar keuangan juga merasakan dampak krisis kesehatan.

Hak atas foto Getty Images Image caption Disinfektan disemprotkan di luar bursa Shanghai Harga minyak jatuh

Harga minyak mentah mencapai level terendah dalam lebih dari setahun.

Harga minyak mentah telah turun sekitar 15% dalam dua minggu terakhir, mencerminkan permintaan menurun dari Cina - digarisbawahi oleh laporan bahwa kilang terkemuka negara itu, Sinopec, mengurangi produksi minyak olahan.

Kelompok negara pengekspor minyak sedang mempertimbangkan pengurangan produksi dalam upaya untuk membalikkan penurunan harga.

Hak atas foto Getty Images Image caption Toko-toko tetap tutup selama periode yang biasanya sibuk Dampak jangka panjang

Perusahaan konsultan Oxford Economics, yang memperkirakan ekonomi China akan tumbuh rata-rata sebesar 5,6% tahun ini. Turun dari perkiraan sebelumnya yang sebesar 6%.

Perusahaan konsultan ini juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi global akan melambat 2% ketimbang perkiraan sebelumnya.