Hak atas foto Reuters

Ratu Elizabeth dari Inggris mendesak orang-orang untuk disiplin dan menunjukkan tekad yang kuat dalam menghadapi wabah virus corona.

Dalam pidato bagi warga Inggris dan Persemakmuran, ia mengakui kesedihan, kepedihan, dan tantangan keuangan yang dihadapi warga.

"Kita pernah menghadapi sejumlah tantangan sebelumnya, namun kali ini berbeda," kata Ratu Elizabeth.

Ia melanjutkan bahwa kali ini semua bangsa di seluruh dunia menghadapi tantangan yang sama dan mencoba mengatasinya dengan kemajuan sains dan dengan insting dasar manusia untuk mengatasi persoalan yang ada.

Ratu mengatakan,"Kita akan mampu mengatasinya."

"Masa-masa yang lebih baik akan kembali, kita akan bersama sahabat-sahabat kita lagi, kita akan bersama keluarga kita kembali, kita akan berjumpa lagi," kata Ratu.

Ratu yang berusia 93 tahun ini mengakui kepedihan karena harus berpisah dengan orang-orang yang dicintai dan bahwa pembatasan sosial mengingatkan dirinya pengalaman saat mengungsi selama Perang Dunia Kedua.

Pesan dini disampaikan ketika kasus virus corona secara global telah mencapai 1,2 juta dengan korban meninggal lebih dari 64.700 orang.

Hak atas foto Getty Images Image caption Rumah sakit darurat di Rafah, Jalur Gaza.

Demi menahan tekanan yang mengancam sistem kesehatan nasional, banyak negara yang membangun rumah sakit darurat yang bisa merawat ribuan pasien.

Angkatan bersenjata dan pekerja maskapai penerbangan yang sudah dirumahkan dipekerjakan untuk membangun rumah sakit ini dan membantu kerja petugas kesehatan dan pasien.

Gedung konferensi, stadion, dan pekan raya merupakan tempat-tempat yang dialihfungsikan jadi rumah sakit darurat.

  • Apakah cuaca panas dapat memusnahkan Covid-19?
  • Bagaimana wabah virus corona hantam kehidupan perempuan di Asia
  • Virus corona: Seberapa cepat vaksin Covid-19 tersedia?
Rumah sakit di London dibangun sembilan hari Hak atas foto rumah sakit nightingale Image caption Rumah sakit darurat di London dibangun selama sembilan hari dihadiri Menteri Kesehatan Matt Hancock (tengah).

Rumah sakit darurat yang diberinama Nightingale Hospital ini mampu menampung 4.000 pasien dan merupakan yang pertama dari fasilitas serupa yang direncanakan untuk dibangun di Inggris Raya.

Jumlah korban meninggal dunia akibat Covid-19 di Inggris bertambah sebanyak 684 dalam 24 jam terakhir menjadi total 3.605 meninggal dunia sampai Jumat (03/04).

Ratu Elizabeth dijadwalkan untuk menyampaikan pidato mengenai pendemi ini hari Minggu (05/04).

Kementrian kesehatan menyatakan tanggal 2 April. jumlah total yang dipastikan positif Covid-19 adalah sebanyak 38.168 orang.

Di Skotlandia, jumlah korban jiwa bertambah 46 orang sementara di Wales penambahan korban jiwa 24 orang, dan di Irlandia Utara 12 orang.

Perdana Menteri Boris Johnson - yang terinfeksi Jumat lalu - menyatakan akan memperpanjang masa swa-karantina sesudah memperlihatkan adanya gejala ringan termasuk peningkatan suhu badan.

Hak atas foto EPA Image caption Kapasitas total rumah sakit darurat di London mencapai 4.000 tempat tidur.

Pusat eksebisi ExCel - biasanya digunakan untuk kegiatan berskala besar.

Perubahan menjadi rumah sakit darurat memakan waktu sembilan hari.

Ini merupakan rumah sakit darurat pertama yang dibangun di Inggris, dengan dua lagi direncanakan dibangun di University of the West of England di kota Bristol dan di Harrogate Convention Centre.

Beberapa lagi yang sudah akan dibuka dibangun di National Exhibition Centre di Birmingham dan Central Complex di Manchester.

Hak atas foto PA Media Image caption Rumah sakit darurat di London dinamakan NHS Nightingale.

Kota New York merupakan pusat epidemi virus corona di Amerika Serikat, yang kini merupakan negara dengan kasus terkonfirmasi terbesar.

Kini di sana sedang dibangun sebuah rumah sakit darurat di Central Park dan rumah mayat sementara di sebelah rumah sakit besar.

Hak atas foto EPA Image caption Petugas kesehatan akan merawat pasien Covid-19 di rumah sakit darurat dengan 68 tempat tidur.

Dokter-dokter di Italia menggambarkan kondisi "seperti perang" di rumah sakit tempat mereka merawat pasien.

Di Crema, Lombardy, angkatan bersenjata mendirikan tenda, dan 52 orang dokter datang dari Kuba untuk membantu

Hak atas foto EPA Image caption Rumah sakit darurat di Crema, Lombardy, Italia.

Iran bergulat mengendalikan wabah, dengan lebih dari 2.640 kematian.

Sebuah rumah sakit darurat dibangun oleh militer di ibu kota Teheran, bisa menampung 2.000 pasien.

Hak atas foto Alamy Image caption Pusat pameran di Iran dijadikan rumah sakit darurat.

Di Brasil ada lebih dari 4.250 kasus, dengan 136 kematian. Klub sepakbola menawarkan bekas stadion penyelenggara Piala Dunia Sepak Bola untuk dipakai sebagai rumah sakit darurat.

Stadion sepak bola sekaligus tempat konser Pacaembu di Sao Paulo telah diubah menjadi rumah sakit sementara dengan ruangan untuk 200 tempat tidur.

Paul McCartney dan The Rolling Stones merupakan musisi yang pernah tampil di Stadion Pacaembu ini.

Hak atas foto AFP Image caption Pasien virus corona Palestina dirawat di rumah sakit darurat di lapangan di Rafah, Jalur Gaza.

Pembangunan rumah sakit darurat di Rafah, Jalur Gaza dimulai pertengaham Maret.

PBB memperingatkan bahwa kemiskinan dan sistem layanan kesehatan yang lumpuh di Palestina akan membuat wabah virus corona jadi bencana.

Hak atas foto Getty Images Image caption Rumah sakit darurat di Madrid di lokasi pameran Ifema.

Spanyol melaporkan peningkatan angka kematian menjadi total 7.340 akibat Covid-19.

Madrid menjadi salah satu kota yang paling banyak kasus dan para petugas mulai merawat beberapa pasien di gedung pusat eksebisi.

Hak atas foto Getty Images Image caption Florida menyiapkan kenaikan besar virus corona.

Di Florida, AS salah satu tempat hiburan pekan raya dipakai untuk menampung 250 tempat tidur, dan satu tempat lagi sedang disiapkan di bandara Fort Lauderdale.

Pameran Miami-Dade dibatalkan bulan Maret ini karena massa dilarang berkumpul di AS.

Hak atas foto Getty Images Image caption President Donald Trump spoke at the departure of USNS Comfort from Virginia

Kapal medis AS Comfort berlabuh di New York City hari Senin (30/03) untuk membantu wabah di sana.

Kapal ini bisa menampung 1.000 tempat tidur, bertolak dari pangkalan angkatan laut di Norfolk, Virginia Sabtu lalu (28/03)